Berita & Acara

AGUNG SEDAYU GROUP DUKUNG KEMUDAHAN MOBILITAS MASYARAKAT LEWAT RENCANA TERMINAL INTEGRASI MULTIMODA

May 29, 2026

AGUNG SEDAYU GROUP DUKUNG KEMUDAHAN MOBILITAS MASYARAKAT LEWAT RENCANA TERMINAL INTEGRASI MULTIMODA

Agung Sedayu Group bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 26 Mei 2026 lalu menggelar Urban Mobility Discussion dengan tema Merancang Masa Depan Terminal Terpadu untuk Wilayah Metropolitan. Diskusi ini merupakan langkah kolaboratif dalam mendukung rencana pembentukan terminal integrasi terpadu multimoda yang lebih modern, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui forum ini, Agung Sedayu Group menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sistem transportasi terintegrasi guna mempermudah mobilitas masyarakat sehari-hari. Terminal integrasi dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi seperti bus, MRT/LRT, angkutan feeder, taksi, layanan ride hailing, hingga transportasi ramah lingkungan dalam satu kawasan yang terkoneksi.

Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan perjalanan yang lebih praktis, efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah perkotaan.

Selain integrasi transportasi, pengembangan terminal rencananya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti sistem tiket terpadu, informasi perjalanan real-time, area park and ride, ruang tunggu nyaman, area UMKM, serta fasilitas yang inklusif dan ramah lingkungan.

Diskusi ini menghadirkan lima narasumber, yakni Direktur Estate Management Agung Sedayu Group Dr. Ir. H. Restu Mahesa, M.M., Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Toni Tauladan, S.Si., M.T., Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda Ditjen Intram Amirulloh, S.SIT., M.M.Tr., perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, serta Ketua IPOMI Kurnia Lesani Adnan. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan merupakan bentuk sinergi bersama dalam menciptakan ekosistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ir. H. Restu Mahesa, M.M selaku Estate Management Director Agung Sedayu Group dimana PIK2 ingin membangun kolaborasi yang bisa memberikan kemudahan bagi semua. “Jadi kita hari ini mendapatkan suatu kesimpulan, bahwa apa yang digagas oleh PIK2 dalam membangun perubahan transportasi yang modern untuk terminal terintegrasi sangat didukung. Baik itu dari Kementerian, dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan, pemerhati, dari komunitas yang semua merasakan bahwa kepentingan ini adalah untuk masyarakat dan kita akan wujudkan dalam bentuk terminal terbaik di Indonesia,” tutur Restu Mahesa dalam paparannya.

Pelaksanaan Urban Mobility Discussion ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat landasan perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengintegrasian terminal terpadu multimoda sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan transportasi nasional. Hasil diskusi ini menyoroti pentingnya pengembangan simpul transportasi terintegrasi di PIK 2 seiring meningkatnya mobilitas dan pertumbuhan kawasan sebagai pusat ekonomi dan destinasi wisata baru. Terminal terintegrasi dapat dirancang dengan konsep multimoda berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengedepankan konektivitas antarmoda, penguatan first mile dan last mile, konektivitas pedestrian, serta pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.

Pemerintah dan pelaku transportasi mendukung pengembangan terminal terintegrasi di PIK 2 sebagai pusat konektivitas kawasan Jakarta–Tangerang–Bandara Soekarno-Hatta. Diskusi juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan swasta, integrasi layanan transportasi, serta konsep one stop service location guna menghadirkan sistem mobilitas yang aman, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna.