Berita & Acara

BERLAYAR MENUJU AKHIR KISAH: “THE SAILING OF BATAVIA” MENUTUP TETRALOGI ‘BATAVIA TALES’

Jan 26, 2026

BERLAYAR MENUJU AKHIR KISAH:  “THE SAILING OF BATAVIA” MENUTUP TETRALOGI  ‘BATAVIA TALES’

Jakarta, 24 Januari 2026 – Pertunjukan tetralogi Batavia Tales kini sampai pada episode akhir. Digelar di The Port, Batavia PIK, pada Sabtu, 24 Januari 2026, “The Sailing of Batavia” menjadi episode keempat yang membingkai perjuangan delapan karakter dalam menghadapi kolonialisme di Batavia pada abad ke-19. 


Kesuksesan Batavia Tales tidak lepas dari sambutan positif yang mengiringi tiga episode sebelumnya. Sejak penayangan perdananya, pertunjukan musikal ini konsisten menarik minat pengunjung berkat kekuatan cerita, eksplorasi karakter yang kuat, serta perpaduan musik dan visual yang imersif. Antusiasme tersebut menjadikan Batavia Tales sebagai salah satu pertunjukan musikal yang mendapat tempat tersendiri di hati penonton. 


Melanjutkan rangkaian cerita tersebut, The Sailing of Batavia hadir sebagai penutup perjalanan kreatif Batavia Tales. Episode ini menghadirkan sudut pandang baru tentang perjuangan, mimpi, dan keberanian di tengah tekanan kolonial. 


Dalam “The Sailing of Batavia,” penonton diajak menyusuri perjalanan Ainun Syarifah Said dan Ambo Uleng yang membawa gagasan melintasi batas. Melalui surat kabar Boendo Kandoeng dan kapal pinisi Ratoe Laoet, keduanya bersama delapan sekawan memulai perjalanan menjelajahi berbagai wilayah Nusantara untuk menyuarakan makna persatuan.

Perjalanan tersebut melahirkan gagasan tentang Nusantara sebagai satu kesatuan, sebuah pemikiran yang pada masanya dibungkam secara halus oleh pemerintah kolonial. Episode ini menggambarkan keberanian menghadapi keterbatasan, suara-suara yang tetap bergerak di tengah tekanan, serta harapan yang terus hidup dari generasi ke generasi. 


Sebagai pertunjukan musikal berlatar Batavia abad ke-19, Batavia Tales merupakan kolaborasi Batavia PIK dengan sutradara sekaligus penulis naskah kenamaan, Mhyajo. Dikemas dalam format tetralogi, pertunjukan ini menghadirkan empat episode yang mengangkat kisah delapan karakter fiksional, terinspirasi dari dinamika kehidupan masyarakat Batavia pada rentang tahun 1890–1910 di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Setiap episode menyajikan perspektif dua karakter utama dengan tema yang berkembang, mulai dari percintaan, persahabatan, perjuangan, hingga petualangan. 


Menutup rangkaian kisahnya, Batavia Tales menghadirkan kembali cerita-cerita perjuangan masa lalu yang tetap relevan. Kisah-kisah tersebut membuka ruang bagi penonton untuk melihat kembali identitas, sejarah, dan perjalanan bersama yang membentuk masyarakat Nusantara. 


Melalui Batavia Tales, Batavia PIK berharap nilai-nilai sejarah dan budaya Nusantara tidak hanya dikenang, tetapi juga terus diperkenalkan dan dijaga, sebagai bagian dari cerita besar yang membentuk kita hari ini dan di masa depan. 


Pertunjukan The Sailing of Batavia akan digelar setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 19.00 WIB di The Port, Batavia PIK. Penonton dapat menyaksikan pertunjukan ini melalui pembelian kerajinan tangan UMKM senilai Rp25.000 sebagai tanda masuk. Seluruh apresiasi yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung PIK Berbudaya, sebuah inisiatif pelestarian yang berfokus pada keberlanjutan ekosistem budaya lokal.